pojok tidar

membawa kabar menyampaikan berita

Sub Terminal Agribisnis Magelang

Pemasaran hasil sebagai faktor penentu keberhasilan sebuah usaha masih menjadi kendala utama bagi petani kita. Posisi petani dalam rantai tata niaga (pemasaran) sangat lemah.
Beberapa sebab yang menjadikan lemahnya posisi petani dalam rantai tata niaga adalah pertama, market share (pangsa pasar) petani relatif terbatas, sehingga petani hanya akan bertindak sebagai penerima harga, bukan penentu harga. Kedua, komoditas yang dihasilkan umumnya cepat rusak, sehingga mengharuskan untuk menjualnya secepat mungkin. Ketiga, lokasi produksi yang relatif terpencil sehingga kesulitan akses transportasi pengangkutan hasil produksi.

Faktor keempat adalah kurangnya informasi harga, kualitas dan kuantitas yang diinginkan oleh konsumen, sehingga membuat petani dengan mudah diperdaya oleh lembaga-lembaga pemasaran yang berhubungan langsung dengan petani. Kelima, kebijakan pemerintah masih jauh dari menguntungkan petani. Kebijakan-kebijakan yang ada lebih menguntungkan mereka-mereka yang terlibat dalam rantai tata niaga ketimbang petani. Dan faktor kelima inilah yang selalu dipandang menjadi biang keladi miskinnya kaum tani.

Melihat hal demikian itu, banyak kalangan yang terus mendesak pemerintah agar membuat kebijakan yang dapat menguntungkan petani. Dan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, pendekatan kebijakan berupa kelembagaan pasar lelang mulai digunakan sebagai sebuah upaya pengembangan produsen (petani), yakni dengan Sub Terminal Agribisnis (STA). Pemasaran yang terjadi di STA diharapkan lebih efisien dibandingkan dengan pemasaran di pasar-pasar biasa. Kegiatan jual beli yang berlangsung di STA terjadi antara penjual produk hortikultura sayuran dataran tinggi dalam hal ini produsen (petani) atau pedagang pengumpul dengan pembeli baik pedagang besar maupun konsumen dengan cara negosiasi (tawar menawar)dengan patokan harga dari petani, sehingga diharapkan petani tidak dirugikan.

Pola pendekatan kebijakan ini memang cukup signifikan bagi pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan petani. Kebutuhan pasar bagi produk-produk pertanian (holtikultura) akan tertampung dan terpasarkan. Lokasi STA yang relatif strategis dan dapat dijangkau dengan mudah bagi penjual (petani) dan pembeli. Dengan sistem pengelolaan yang sederhana dan tanpa campur tangan pihak luar, menjadikan mata rantai birokrasi menjadi efisien.

Selain itu, dengan model STA ini petani selaku penjual dapat membuat margin (patokan) harga terhadap produk mereka. Sehingga, kesejahteraan petani akan lebih meningkat.

Tulisan ini merupakan cuplikan dari tulisan Mas Ciwir di HU Suara Merdeka, 23 April 2009, pada kolom Wacana Lokal

Filed under: Ekonomi , , ,

Ketep Pass Magelang

Ketika berbicara tentang Magelang, maka orang akan langsung nyandak Akmil atau Candi Borobudur. Itu semua tidak salah, karena memang semuanya ada di Magelang. Akmil di Kota Magelang, sementara Candi Borobudur di Kabupaten Magelang-nya. Dan dua-duanya sama-sama kondang kaloka sak Nusuwantoro uga monconegoro.

ketep-pass

Namun, ada hal lain yang mungkin belum begitu kondang, yaitu kawasan wisata Ketep Pass. Tempat wisata ini berada diantara kaki Gunung Merbabu dan Merapi, tepatnya di Desa Ketep Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. berada di Jalur SSB (Solo-Selo-Borobudur). Dari Ketep Pass, kita dapat memandang keindahan pemandangan alam pegunungan serta menikmati udara sejuk yang menyegarkan.

img_1359Dengan menggunakan teropong yang terdapat pada Gardu Pandang Merapi,kita dapat mengamati aktivitas Gunung Merapi, melihat keindahan Kota Magelang, serta dapat meneropong Gunung Sindoro dan Sumbing plus Gunung Tidar yang berada ditengah-tengah Kota Magelang. Selain, itu kita juga dapat menonton film dokumenter di Volcano Theater tentang proses erupsi (letusan) serta sejarah Gunung Merapi.

Jadi, jangan lupa kalau bertandang ke Magelang monggo mampir ke Ketep Pass. Berwisata sekaligus dapat tambahan pengetahuan. Plus tambahan kenalan juga. Di Ketep Pass juga dikenal dengan jagung bakarnya yang enak…

Filed under: wisata , , ,

Candi Borobudur

Sebuah candi yang berdiri di kawasan yang sekarang ini masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Borobudur Kab Magelang Jawa Tengah, adalah sebuah bangunan suci agama Budha yang dibangun pada masa Mataram Kuno dibawah pemerintahan Dinasti Syailendra. Berdasarkan tulisan yang terdapat pada “kaki” tertutup dari Candi Borobudur yang berbentuk huruf Jawa kuno yang berasal dari huruf pallawa, diperkirakan tahun berdirinya candi tersebut pada tahun 850 Masehi.

Candi Borobudur terdiri dari 2 juta bongkah batu, sebagian besar merupakan dinding-dinding berupa relief yang mengisahkan ajaran Budha Mahayana. Candi tersebut berukuran sisi-sisinya 123 M, sedang tingginya yang ada sekarang [setelah disambar petir] tinggal 31,5 M. Borobudur tidak memiliki ruang-ruang tempat pemujaan seperti candi-candi lainnya. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit dan tepinya dibatasi oleh dinding candi, mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Dari satu tingkat lainnya di empat penjuru terdapat pintu gerbang masuk ke tingkat lainnya melalui tangga. Di lorong-lorong inilah para umat Buddha melakukan upacara pradaksina yakni upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan.

Bahwa Candi Borobudur itu hakekatnya merupakan “tiruan” dari alam semsta yang menurut ajaran Buddha terdiri atas 3 bagian besar, yaitu: (1). Kamadhatu; (2). Rupadhatu; dan (3). Arupadhatu.

Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau nafsu (keinginan) yang rendah, yaitu dunia manusia biasa seperti dunia kita ini. Rupadhatu, yaitu dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari ikatan nafsu, tetapi maish terikat oleh rupa dan bentuk, yaitu dunianya orang suci dan merupakan “alam antara” yang memisahkan “alam bawah” (kamadhatu) dengan “alam atas” (arupadhatu).

Arupadhatu, yaitu “alam atas” atau nirwana, tempat para Buddha bersemayam, dimana kebebasan mutlak telah tercapai; bebas dari keinginan dan bebas dari ikatan bentuk dan rupa. Karena itu bagian Arupadhatu itu digambarkan polos, tidak ber-relief.

Disamping itu, ada permainan angka-angka yang mengagumkan di candi Borobudur. Jumlah stupa di tingkat Arupadhatu (stupa puncak tidak di hitung) adalah: 32, 24, 16 yang memiliki perbandingan yang teratur, yaitu 4:3:2, dan semuanya habis dibagi 8.

Ukuran tinggi stupa di tiga tingkat itu, adalah: 1,9m; 1,8m; masing-masing bebeda 10 cm. Begitu juga diameter dari stupa-stupa tersebut, mempunyai ukuran tepat sama pula dengan tingginya : 1,9m; 1,8m; 1,7m. Beberapa bilangan di borobudur, bila dijumlahkan angka-angkanya akan berakhir menjadi angka 1 kembali. Angka 1 melambangkan ke-Esa-an Sang Adhi Buddha.

Jumlah tingkatan Borobudur adalah 10 tingkat, angka-angka dalam 10 bila dijumlahkan hasilnya: 1 + 0 = 1. Jumlah stupa di Arupadhatu yang didalamnya ada patung-patungnya ada : 32 + 24 + 16 + 1 = 73, angka 73 bila dijumlahkan hasilnya: 10 dan seperti diatas 1 + 0 = 1. Jumlah patung-patung di Borobudur seluruhnya ada 505 buah. Bila angka-angka didalamnya dijumlahkan, hasilnya 5 + 0 + 5 = 10 dan juga seperti diatas 1 + 0 = 1.[*]

*repost dari sini

Filed under: wisata , ,

Candi Mendut

Candi Mendut adalah sebuah candi Budha yang didirikan oleh Raja Indra seorang raja pertama dari trah Dinasti Syailendra pada 824 M, ini artinya Candi Mendut dibangun lebih awal dari Candi Borobudur yang didirikan oleh Raja Samaratungga [sama-sama Wangsa Syailendra] pada 850 M. Candi Mendut terletak di Desa Mendut Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, sekitar 8 Km sebelum Candi Borobudur. Candi dengan tinggi 26,4 M ini menghadap barat daya, memiliki 48 stupa kecil-kecil dan terdapat hiasan relief pada tubuh candi berupa pohon kalpataru.

Lebih lengkap tentang candi Mendut silahkan klik disini

Filed under: wisata , ,

Sego Godog Magelang

Proses pembuatan nasi godog adalah kuah yang dimasukkan bersama bumbu rempah-rempah dipanaskan diatas bara arang, setelah itu dimasukkan nasi putih dan mie kemudian dimasak dengan kuah yang sudah diberikan bumbu-bumbu rempah-rempah tadi hingga matang, setelah matang ditambahkan potongan daging ayam dan telor. Kadang-kadang ditambahkan dengan rempelo ati serta ceker. Semua tergantung permintaan pembeli.

Untuk melihat seperti apakah nasi godog ala Magelang itu silahkan klik disini

Filed under: kuliner , , ,

Archives

Categories

RSS kaumbiasa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS rerasan dari dusun

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Recent Comments

RSS Solve with IT

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.